Desa Donorojo merupakan salah satu wilayah dibagian barat
di Kabupaten Pacitan.
Tidak ada cerita sejarah yang pasti bagaimana awal mula
berdirinya desa Donorojo, pada jaman penjajahan hindia belanda, desa Donorojo
dijadikan perkebunan kopi mulai dari dari dusun Kebon ketimur ke arah Dusun
Jajar dan berakhir di Dusun Ngamban. Untuk mengingat akan Kebon kopi yang luas
maka disisi sebalah selatan dinamakan dusun Kebon, karena kebon kopi berjajar
sampai diwilayah sebelah timur maka dinamakan Dusun Jajar dan berakhir di
lembah yang akhirnya dinamakan dusun Ngamban yang artinya luas Kesulitan dalam
mencari bahan makanan membuat rakyat desa donorojo cukup menderita, hanya
berbekal lempeng untuk mencukupi kebutuhan makan setiap harinya, untuk
mengingat kejadian tersebut salah satu dusun di desa Donorojo dinamakan dengan
dusun Nglampeng. Di wilayah dusun Druju konon ceritanya hanyalah hamparan
rumput alang-alangan yang sangat lebat karena itu dinamakan Druju yang berasal
dari kata Drujon (tunas alang-alangan), bergeser ke utara banyak ditumbuhi
tanaman jati yang padat dan besar-besar karena itu dusun tersebut dinamakan
dusun Jaten. Dusun Kenteng karena kondisi geografis yang banyak bebatuan cadas
maka dinamakan dusun Kenteng, dusun Kepek punya cerita sendiri katanya ada
salah satu warga yang menemukan sebuah tanaman kepek ditengah sawah yang tumbuh
dengan sendirinya, karena dianggap sebuah keajaiban maka dusun itu dinamakan
dengan dusun Kepek, disebelah timur dusun kepek ada sebuah bukit batu yang
dinilai paling tinggi diantara daerah dusun sekitar sehingga dinamakan Baturejo
dengan harapan dusun tersebut dapat makmur (rejo) meskipun tanahnya banyak batu
dan dusun terakhir di Desa Donorojo adalah dusun Donorojo, tidak ada yang tahu
perihal penamaan dusun tersebut, menurut cerita karena kepala desa yang pertama
adalah warga dusun Donorojo maka dusun tersebut lebih dikenal dengan nama dusun
Krajan.
Daftar nama-nama yang pernah menjabat di Desa Donorojo
No
|
Nama Kepala Desa
|
Nama Sekretaris Desa
|
Masa Jabatan
|
Ket
|
1
|
Wonodjoyo
|
-
|
1799 – 1823
|
|
2
|
Sorjo
|
-
|
1824 – 1849
|
|
3
|
Kromosetiko
|
-
|
1850 – 1873
|
|
4
|
Martoredjo
|
-
|
1874 – 1899
|
|
5
|
Karyoredjo
|
Citroredjo
|
1900 – 1924
|
|
6
|
Citroredjo
|
Atmodisastro
|
1925 – 1950
|
|
7
|
Djonoredjo
|
Atmodisastro-Muljadi
|
1951 – 1975
|
|
8
|
Muljadi
|
Tugiman –
Sumarno
|
1976 – 1999
|
|
9
|
Supomo
|
Sumarno
|
2000 – 2006
|
|
10
|
Marhendra Jaya
|
Sumarno
|
2007 – 2009
|
|
11
|
Drs. Much Mursyid
|
Sumarno
|
2010 – sekarang
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar